Paperkaltim.id, Samarinda - Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Kalimantan Timur beberapa waktu lalu ternyata menjadi momen strategis bagi sejumlah anggota legislatif daerah untuk menyuarakan persoalan-persoalan lingkungan yang mendesak. Salah satunya adalah anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, yang menaruh perhatian serius terhadap maraknya perambahan kawasan hutan pendidikan di Kota Samarinda.
Menurut Sarkowi, kehadiran orang nomor dua di Indonesia di Benua Etam seharusnya tidak hanya sebatas kunjungan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk menarik perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan yang kian mengancam kelestarian lingkungan.
"Jika Wakil Presiden tidak dapat turun langsung ke lapangan, kami berharap setidaknya beliau dapat mengutus Menteri Lingkungan Hidup untuk meninjau kondisi di sana. Tindakan ini akan menjadi langkah yang sangat berarti," ungkapnya.
Sarkowi menegaskan bahwa kawasan hutan pendidikan memiliki peran penting, tidak hanya sebagai ruang pelestarian alam, tetapi juga sebagai laboratorium hidup untuk kegiatan edukatif, riset, serta penguatan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai ekologis. Perambahan terhadap kawasan ini, katanya, bukan sekadar pelanggaran ruang hijau, tetapi juga perampasan hak generasi mendatang terhadap sumber daya alam yang lestari.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Kaltim dalam waktu dekat. Dalam agenda tersebut, Samarinda menjadi salah satu kota yang akan dikunjungi guna meninjau langsung persoalan lingkungan yang mencuat di wilayah tersebut.
"Kunjungan ini sangat penting. Kami percaya bahwa kehadiran Menteri akan membantu memfokuskan perhatian pada isu-isu kritis, termasuk perambahan hutan pendidikan yang merugikan ekosistem dan masyarakat sekitar," tutur Sarkowi dengan nada harap.
Ia pun mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil, untuk ikut berperan aktif menjaga kawasan hutan pendidikan dari upaya konversi lahan ilegal ataupun perusakan ekologis lainnya. Menurutnya, sinergi lintas sektor merupakan langkah kunci dalam menyelamatkan kawasan yang rentan terancam oleh ekspansi pembangunan tanpa arah.
Sebagai penutup, Sarkowi menyampaikan pesan moral yang kuat: bahwa menjaga lingkungan bukan semata tugas pemerintah, tetapi kewajiban bersama.
"Dengan langkah proaktif dari pemerintah, saya mengajak seluruh stakeholders untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan agar generasi mendatang dapat menikmati hasil alam dengan berkelanjutan," pungkasnya. (*)