Paperkaltim.id, Samarinda - Ketika pusat-pusat ekonomi di Kalimantan Timur terus menunjukkan geliat pembangunan, daerah-daerah di pinggiran justru masih tertinggal jauh. Transformasi ekonomi yang selama ini digaungkan pemerintah belum banyak menyentuh sektor riil dan wilayah terluar.
Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi, menyampaikan keprihatinannya terhadap lemahnya realisasi transformasi ekonomi yang selama ini tertuang dalam dokumen perencanaan daerah. Menurutnya, sektor-sektor seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan masih belum memberikan kontribusi berarti terhadap perekonomian daerah.
"Transformasi ekonomi yang digaungkan masih berjalan di tempat. Jika ingin melihat pergeseran nyata, maka sektor-sektor ini harus dirancang dengan program konkret yang berdampak," ungkap Reza.
Ia juga menyoroti konsentrasi aktivitas ekonomi yang terlalu terfokus di lima wilayah utama (Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur) yang menguasai sekitar 80 persen aktivitas ekonomi provinsi. Sementara itu, wilayah seperti Mahakam Ulu (Mahulu) masih memiliki kontribusi ekonomi yang sangat kecil.
"Dalam konteks ini, saya meminta kepada pemerintah provinsi Kaltim untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh wilayah," tambahnya.
Bagi Reza, infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan, irigasi, drainase, dan bangunan pengendali banjir adalah fondasi penting dalam membangun iklim usaha yang sehat dan inklusif. Tanpa itu, daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan akan terus tertinggal dalam arus pembangunan.
"Untuk itu, pembangunan infrastruktur yang merata akan membantu menciptakan iklim usaha yang lebih baik dan membuka akses bagi daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan. Ini adalah langkah penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang diharapkan," tutupnya.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya fokus pada wilayah yang sudah mapan, tapi harus menjangkau seluruh pelosok Kalimantan Timur agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara merata. (*)