Paperkaltim.id, Jakarta â Nama Irwan Danny Mussry kini identik dengan Time International, perusahaan ritel produk mewah terkemuka di Indonesia. Namun, keberhasilan tersebut justru berakar dari pengalaman negatif yang dialaminya saat membeli jam bermerek di tanah air pada akhir 1980-an. Ia merasa pelayanan yang diterimanya tidak sebanding dengan harga mahal yang dibayar, sehingga muncul tekad untuk menghadirkan standar layanan mewah setara internasional di Indonesia.
Pengalaman itu menjadi pemicu bagi Irwan untuk menggandeng merek jam tangan ternama Gucci Timepieces. Langkah tersebut membuka pintu menuju kemitraan strategis lainnya, seperti Tag Heuer pada 1989 dan Cartier di tahun 1994. Melalui kerja sama ini, Irwan membangun fondasi kuat yang mengantarkan Time International menguasai pasar ritel mewah Indonesia.
Perusahaan yang bermula dari kantor kecil seluas 24 meter persegi di Bumi Daya Plaza dengan empat staf kini menjelma menjadi jaringan besar. Time International kini memegang hak distribusi merek-merek kelas atas seperti Rolex, Chopard, Chanel, hingga Innisfree. Tak hanya jam tangan, lini produk mereka meluas ke kosmetik, busana, hingga properti dan film.
Dalam kepemimpinannya, Irwan menekankan pentingnya pelayanan pelanggan dan transparansi. Saat pandemi, ia secara terbuka menyampaikan kebijakan pengurangan gaji dan pemulihannya. Selain itu, ia juga mengembangkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM agar mampu memberikan pelayanan standar global.
Memasuki 2025, Time International mencatatkan pendapatan sekitar Rp 1,2 triliun hanya dalam kuartal pertama. Perusahaan ini aktif memperluas lini bisnis, termasuk merambah ke dunia sinema dan industri kecantikan asal Korea Selatan, memperkuat posisi mereka sebagai pemain hybrid di sektor premium.
Meski terkenal sebagai pengusaha sukses, Irwan juga dikenal sebagai figur publik. Pernikahannya dengan penyanyi Maia Estianty hingga keikutsertaannya dalam kegiatan sosial dan keluarga selebritas turut memperkuat citra publiknya. Namanya sempat disebut dalam penyelidikan KPK sebagai saksi, namun Irwan menegaskan tidak terlibat dalam tindakan pidana.
Kisah sukses Irwan Mussry menjadi bukti bahwa dari pengalaman buruk pun dapat lahir inovasi besar. Dedikasinya pada kualitas layanan dan visinya dalam membangun jaringan ritel mewah menjadikan Time International pionir industri gaya hidup premium di Indonesia.