Finalis MasterChef Malaysia Didakwa Bunuh ART

image Mantan finalis MasterChef Malaysia 2012, Etiqah Siti Noorashikeen Mohd Sulong

Paperkaltim.id, Internasional – Mantan finalis MasterChef Malaysia 2012, Etiqah Siti Noorashikeen Mohd Sulong, bersama suaminya, Mohammad Ambree Yunos, kini tengah menjalani proses hukum atas tuduhan pembunuhan terhadap asisten rumah tangga mereka, Nur Afiah Daeng Damin (28), yang berasal dari keturunan Indonesia. Peristiwa tragis ini terjadi di kondominium Amber Tower, Penampang, antara 10 hingga 13 Desember 2021.

Pasangan itu awalnya mengklaim menemukan korban meninggal di kamar mandi apartemen sepulang dari liburan ke Kundasang pada 14 Desember 2021. Namun, hasil autopsi menunjukkan adanya luka bakar dan bekas kekerasan yang tidak sesuai dengan laporan awal. Penyelidikan kemudian membuktikan adanya laporan palsu yang disampaikan kepada kepolisian.

Etiqah sempat mengajukan permohonan pembebasan dengan alasan kondisi kesehatan dan tanggung jawab sebagai ibu dari anak-anak kecil, termasuk satu yang berkebutuhan khusus. Permohonan ini ditolak oleh Mahkamah Majistret, namun kemudian Mahkamah Rayuan mengabulkan jaminan dengan syarat ketat, termasuk wajib lapor mingguan dan uang jaminan sebesar RM 30.000.

Keduanya dijerat Pasal 302 KUHP Malaysia, yang mengancam pelaku pembunuhan dengan hukuman mati atau penjara minimal 30 tahun dan hukuman cambuk. Saat pemeriksaan awal, mereka sempat menyatakan tidak mengetahui penyebab kematian korban.

Keluarga Nur Afiah di Sulawesi Selatan menuntut hukuman maksimal. Kakak korban menyebut kejadian ini sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan mendesak keadilan ditegakkan. Kemenlu RI menegaskan bahwa korban berstatus warga negara Malaysia, meski berasal dari keturunan Indonesia.

Polisi menyita berbagai barang dari tempat kejadian perkara, termasuk sarung tangan, obeng, cairan kimia, dan sabun yang diduga digunakan dalam kekerasan. DNA korban ditemukan pada beberapa benda yang turut dijadikan barang bukti.

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan terhadap pekerja rumah tangga di Malaysia, khususnya yang berasal dari atau berdarah Indonesia. Sidang telah berjalan sejak awal 2022 dan masih berlanjut di Mahkamah Tinggi. Publik menantikan putusan yang dianggap penting sebagai preseden dalam perlindungan pekerja dan penegakan hukum yang berkeadilan.

  • Tag:
  • Tidak Ada

Bergabung Bersama Kami

Dapat kan info menarik secara langsung dan ter update dari kami.

Night
Day