Paperkaltim.id, Samarinda â Mall Lembuswana kembali ramai pengunjung berkat gelaran "Pekan Raya Jakarta Pecinan Halal" yang berlangsung sejak 20 hingga 29 Juni 2025. Acara kuliner ini digelar di lantai dua pusat perbelanjaan tersebut, menampilkan lebih dari 42 stan makanan yang memikat ribuan pengunjung setiap malam.
Berbagai menu khas Tionghoa Jakarta seperti gohyong, bakso A Fung, oyster bakar, dan chehuntiau disajikan dalam versi halal. Konsep âpecinan halalâ ini menjadi magnet tersendiri, menyajikan cita rasa khas ibu kota dengan jaminan kehalalan yang sesuai dengan preferensi masyarakat lokal Samarinda.
Kehadiran festival ini memberi dampak nyata bagi Mall Lembuswana, yang sebelumnya relatif sepi di malam hari. Sejak pukul 19.00 WITA, area parkir selalu penuh, dan lalu lintas pengunjung meningkat tajam. Tiket masuk yang gratis menjadi daya tarik tambahan, memperluas akses semua kalangan.
Meski beberapa menu tergolong premiumâseperti lumpia seharga Rp60 ribu per dua buahâpengunjung tetap antusias dan rela antre panjang. Bagi banyak orang, pengalaman menikmati makanan langka dan berkualitas tinggi dinilai sepadan dengan harga yang ditawarkan.
Seluruh transaksi mendukung sistem digital seperti QRIS, e-wallet, dan e-money. Meskipun ada sebagian pengunjung yang masih terbiasa menggunakan uang tunai, mayoritas menyambut baik sistem ini karena dianggap cepat dan efisien.
Suasana festival penuh semangat: suara alat masak berdenting, aroma wangi rempah dan minyak menyebar, serta para pengunjung sibuk mencicipi, mengobrol, dan mengabadikan momen. Area makan ditata rapi, dengan petugas kebersihan yang sigap menjaga kenyamanan.
Acara serupa sebelumnya digelar sukses di Living Plaza Balikpapan pada awal Juni. Di Samarinda, antusiasme pengunjung tak kalah besar, menandakan format festival ini mampu menyentuh selera dan kebutuhan rekreasi warga perkotaan.
Pekan Raya ini lebih dari sekadar festival kuliner. Ia menjadi wadah interaksi sosial, tempat berkumpul bersama keluarga, serta simbol transformasi Mall Lembuswana menjadi pusat kegiatan publik dan budaya yang hidup di jantung Kota Tepian.