Paperkaltim.id, Medan â Aksi Axton Salim, Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, tengah mencicipi mie instan khas warung kaki lima di Medan menjadi sorotan publik. Dikenal sebagai generasi ketiga keluarga Salim yang memimpin salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia, Axton terlihat menyantap mie Bangladesh di warung sederhana Warkop Senyum Ketawa (Agem), Minggu (23/6/2025).
Dalam unggahan Instagram pribadinya, Axton memperlihatkan suasana akrab saat ia menyeruput mie instan yang diracik dengan bumbu lokal dan telur setengah matang. Momen ini langsung disambut positif oleh netizen yang memuji sikap sederhana Axton, yang meski berasal dari keluarga kaya raya, tetap menikmati kuliner rakyat.
Axton merupakan lulusan University of Colorado dan memulai karier profesionalnya sebagai Brand Manager Indofood Fritolay. Sejak 2009, ia menjabat sebagai Direktur Indofood dan mengelola berbagai divisi penting seperti Dairy dan Corporate Marketing, serta aktif di berbagai lini sosial, termasuk kemitraan edukasi dan program lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Axton tidak hanya mencicipi makanan, tetapi juga berdiskusi dengan pemilik warung, Pak Agem, mengenai sejarah mie Bangladesh yang kini jadi ciri khas warung tersebut. Ia bahkan merekomendasikan tempat makan itu kepada pengikutnya.
Aksi ini dipandang bukan sekadar wisata kuliner, tapi juga pendekatan strategis yang memperkuat citra personal sekaligus kedekatan emosional terhadap brand Indomie. Publik melihatnya sebagai bukti keterlibatan langsung petinggi perusahaan terhadap produk unggulannya.
Sikap Axton yang terbuka terhadap pengalaman sederhana bukan kali pertama mencuri perhatian. Ia sebelumnya juga terlihat menonton konser dari kursi biasa dan mengikuti kegiatan publik seperti lari bersama komunitas, memperkuat imejnya sebagai sosok direktur yang membumi.
Langkah Axton menunjukkan bahwa kepemimpinan bisa dibangun lewat kedekatan nyata dengan masyarakat. Dalam era digital dan keterbukaan, keotentikan seperti inilah yang membangun citra kuat seorang pemimpin masa kini.