Andi Satya Dorong Pemuda Kaltim Jadi Penggerak Solusi Sosial dan Politik Daerah

image Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra.

Paperkaltim.idSamarinda - Isu sosial dan kebijakan publik yang tengah berkembang belakangan ini rupanya turut menjadi perhatian serius kalangan pemuda di Kalimantan Timur. Momentum Pelatihan Kader Pemimpin Muda Daerah (PKPMD) yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim menjadi ruang terbuka bagi dialog kritis antara generasi muda dan para wakil rakyat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa dan pemuda yang menunjukkan kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan daerah maupun nasional. Dalam forum yang dihadiri oleh puluhan peserta, Andi menyambut baik semangat kritis dan tanggung jawab sosial para pemuda yang turut menyuarakan pandangan terkait RUU TNI, problem sosial, serta keadilan pembangunan.

"Saya merasa senang bahwa mahasiswa dan pemuda yang hadir hari ini adalah individu-individu yang kritis. Ini merupakan harapan bagi kita semua agar bonus demografi yang kita miliki tidak terlewatkan begitu saja," ungkapnya.

Andi Satya, yang akrab disapa Andi Satya, menegaskan bahwa bonus demografi harus dimanfaatkan sebagai kekuatan strategis untuk perubahan. Ia mendorong agar semangat kritis pemuda tidak berhenti pada diskusi, namun diteruskan ke dalam aksi nyata melalui organisasi, komunitas sosial, hingga partisipasi aktif dalam kebijakan publik.

Ia juga menekankan bahwa Dispora Kaltim memiliki komitmen kuat dalam mendukung keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan daerah, baik melalui pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas, maupun fasilitasi ruang kolaborasi antara pemuda dan pemerintah.

"Dinas Pemuda dan Olahraga siap mendukung inisiatif ini, karena kami percaya generasi muda memegang peranan penting dalam menentukan masa depan daerah kita. Dengan kepemimpinan yang kuat dan kreatif, kami yakin pemuda Kaltim dapat menghadapi tantangan-tantangan yang ada," tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Satya menegaskan bahwa pemuda tidak boleh sekadar menjadi pengamat dalam dinamika pembangunan. Ia berharap pemuda Kaltim hadir sebagai penggerak perubahan, turut menyampaikan solusi terhadap permasalahan sosial seperti kemiskinan, ketimpangan akses pendidikan, konflik lahan, hingga keterbukaan informasi publik.

"Melalui inisiatif ini, generasi muda diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Kaltim yang lebih baik dan berkelanjutan," pungkasnya.

Dalam situasi saat ini, ketika kebijakan nasional dan daerah bersinggungan langsung dengan hak-hak masyarakat, suara pemuda menjadi lebih penting dari sebelumnya. Kritis, berani menyuarakan kebenaran, namun tetap solutif itulah semangat yang diharapkan tumbuh dan berkembang di kalangan talenta muda Kalimantan Timur. (*)

Bergabung Bersama Kami

Dapat kan info menarik secara langsung dan ter update dari kami.

Night
Day